Menjawab Situs IsadanAlfatihah.com Muhammad Menunjukkan Jalan, Isa Al-Masih Adalah Jalan



Pada artikelnya kali ini situs Isadanalfatihah.com membahas tentang tafsir Al-Fatihah pada kata Ihdinas Shirathal Mustaqim.
tidak perlu berpanjang lebar menjelaskan kekeliruannya. karena memang Tafsir tersebut berangkat usaha yang kotor Situs Isadanalfatihah.com beserta CSnya IsadanIslam.com Isadanalquran.com yang semunya berusaha mengelabui umat Islam, mengelabui pembaca bahwa Islam mendukung ketuhanan Nabi Isa Alaihis salam (Yesus).
maka wajar Tafsir tersebut asal-asalan, berdasarkan hawa nafsu, tidak menggunakan metode atau kaidah tafsir yang benar.  bahkan cendrung memanipulasi makna yang sesungguhnya.

berikut kutipan artikel secara utuh:

Muhammad Menunjukkan Jalan, Isa Al-Masih Adalah Jalan
Al-Fatihah 6
Isteri saya selalu mempelajari peta terlebih dahulu sebelum kami bepergian. Bahkan dia sangat fanatik dalam memperhatikan peta dan menentukan jalan yang akan kami ambil. Selama dalam perjalanan, dia sering melihat peta yang ditaruh di pangkuannya. Saya sendiri tidak perlu khawatir dengan jalan yang akan kami tempuh. Isteri saya sangat ahli dalam melihat peta, saya pun tidak perlu khawatir salah jalan. 
Mencari jalan di dunia jelas lebih mudah dibanding menjadi jalan lurus ke sorga. Semua agama di dunia membuat petanya agar dapat menunjukkan umatnya pada jalan yang lurus itu. 
Carilah daftar agama-agama dunia.  Daftar itu pasti memuat, antara lain, agama Baha’i, Buddha, Konghucu, Shinto, Hindu, Tao, Sikh, Zorastrian, Islam, Kristen, dll.  Semua agama ini identik akan satu hal – menunjukkan ‘jalan’ kepada Allah.  Jika Saudara mendekati penganutnya dan bertanya tentang jalan ke sorga, mereka akan memberi petunjuk ke sistem kepercayaan (peta) mereka. 

Persamaan Agama Islam Dengan Agama-Agama Lain 

Peta JalanDalam hal ini agama Islam tidak berbeda dengan agama lain.  Kita membaca ayat sbb:
Sesungguhnya engkau (Muhammad) memberi petunjukke jalan yang lurus. (Qs. Asy-Syura 42:52).  Ini mirip bunyi Al-Fatihah, “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Menurut ajaran agama Islam ‘jalan yang lurus yaitu s-sirat al-mustaqim merupakan satu sistem amal. Maka penganut Islam juga hanya dapat menunjukkan ke sistem agamanya (petanya) saja. 

Keunikan Injil Dibanding Agama-AgamaDunia 

Injil sungguh berbeda dari semua agama di dunia, termasuk Islam.  Memang Injil memberi penjelasan mengenai etika moral bagi manusia. Tetapi Injil tidak pernah mengatakan, seseorang akan diselamatkan dengan hanya menjalankan etika atau hal-hal keagamaan lainnya. 

Manakah Jalan Lurus? 

Bila orang Kristen ditantang untuk memberi petunjuk ke jalan yang lurus, maka dia tidak akan menunjuk kepada sistem agama. Ia akan menunjuk pada satu pribadi. Yaitu Isa Al-Masih. Dia adalah “Jalan yang Lurus”. 
Rasul Besar Tomas pernah meminta agar Isa Al-Masih menunjukkan jalan ke sorga baginya.  Sang Juruselamat menjawab, Akulah jalan . . . tidak seorangpun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). 
Menurut Injil, seseorang akan mendapat hidup yang kekal, yaitu jalan ke sorga, dengan menerima pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib. Lihatlah Injil, I Petrus 2:24.

[Staff Isa dan Islam – Kami mempersilakan Saudara membaca kesaksian tentang orang-orang Islam yang sudah menemukan “Jalan” keselamatan.]


Demikianlah kutipan artikel tersebut. bagi pembaca yang membaca artikel tersebut akan telihat jelas bahwa Situs Isadanalfatihah.com sangat seenaknya menafsirkan al-Qur'an dengan logika serta mengaitkannya sebagai jalan keselamatan oleh Yesus. 
ini jelas sebagai penodaan sekaligus kebohongan. kekeliruan yang jelas adalah seolah-olah Nabi Muhammad bukanlah jalan kebenaran, sedangkan Nabi Isa Alaihis salam adalah jalan kebenaran. dengan menukil  Al-Qur'an surah Al-fatihah: Tunjukilah kami Jalan yang lurus, kemudian di sambung dengan Alkitab seolah-olah berkaitan Akulah jalan . . . tidak seorangpun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). 

padahal jelas tidak berkaitan sama sekali. 
Para Nabi semuanya adalah jalan kebenaran, dan Allah adalah tujuan itu sendiri.
sebagaimana ungkapan Yesus sendiri dalam Alkitab. 
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
ayat ini tidaklah berarti Yesus adalah Tuhan itu sendiri, tapi Yesus adalah Jalan kebenaran, Jalan yang menuntun umatnya kepada Tuhan. bukan Tuhan itu sendiri, bukanlah Tujuan.
pembahasan soal ini bisa di baca di artikel sebelumnya:

Apakah Nabi Muhammad Bukan Jalan Kebenaran  hanya menunjukan jalan?

Situs IsadanAlfatihah.com sebenarnya sudah menuliskan ayat tersebut. namun sepertinya mereka tidak mengindahkan ayat tersebut.

Qs: Asy-Syura: 42
52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. 

Artinya bahwa Nabi Muhammad adalah jalan menuju Allah. sebab, dengan aturan dan petujuk dari Nabi Muhammadlah manusia bisa menuju dan menjadi hamba Allah yang benar.Dan Allah Berfirman:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

  • Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. 3:32)




  • pada ayat-ayat di atas semakin jelaslah bahwa pernyataan Situs Isadanalfatihah.com bahwa nabi Muhammad menunjukan jalan yang benar sedangkan Yesus adalah Jalan kebenaran itu sendiri keliru. 

    Ihdinas Shirathal Mustaqim Jalan Para Nabi, Syuhada, Orang-Orang Shaleh

    اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

    “Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al Fatihah: 6-7)

    Al Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Yang dimaksud dengan ‘orang-orang yang telah Engkau beri nikmat‘ adalah yang disebutkan dalam surat An Nisa, ketika Allah berfirman:

    وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

    “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” Tafsir Ibnu Katsir (1/140)
    Seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’ut tabi’in, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, menafsirkan bahwa yang dimaksud dalam ayat ini adalah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya.  Tafsir At Thabari (1/179)

    Wallahu A'lam Bis Shawab




    Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
    Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
     peraturan komentar: 
    1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
    2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
    3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
    4. langsung pada topik permasalahan

    1/Post a Comment/Comments

    1. kalau menafsirkan al-Qur''an pake akal yo pasti akan ngawur jadinya. nafsirin jadi seenak hawa nafsu.
      jelas dong ngawur, Al-Fatihah sama sekali g ada kaitannya dengan ketuhanan Yesus.
      Innaddina 'indallahi Islam...

      ReplyDelete

    Post a Comment

    Previous Post Next Post